SMA vs KULIAH
Sedari dulu mau coba posting awal tentang dunia kuliah tapi selalu ketunda -_- ini hari kesampaian juga punya waktu senggang. Well, saya mau review masa lampau .. it's mean that seniorhighschool.
Memasuki minggu ketiga menjadi mahasiswi rasa-rasanya sudah banyak sekali kejadian suka maupun duka yang saya dapatkan. Terkadang saya pun masih sedikit membandingkan antara porsi bangku sekolah dengan bangku kuliah. Berbeda dan sangat nampak sekali perbedaannya. Meskipun saya sudah prepare beberapa bulan sebelumnya (selagi masih berada di bangku sekolah) saya telah mengerti benar "bagaimana bangku kuliah yang sesungguhnya". Pada saat itu, banyak teman saya yang sudah mendambakan sesegera masuk kuliah. Tetapi tidak dengan saya. Bukan berarti saya tidak ingin menatap masa depan, hanya saja saya masih menyiapkan mental untuk memasuki jenjang baru, MAHA-siswa/i. Itu karna, tak sedikit yang saya dengar dari para alumni sekolah saya, mereka banyak yang mengeluh. Mereka ingin kembali ke zaman putih abu-abu dan tidak ingin merasakan bagaimana suramnya setelah melepaskan almamater mereka. Yang ada di benak saya pada waktu itu adalah ..
"sebegitunya"-kah menjadi mahasiswa/i ?
Maka dari itulah, saya tidak ingin di-judge sebagai orang yang munafik, yang notabene --- "dulu pengen banget jadi anak kuliahan, sekarang pengen balik lagi jadi anak sekolah". Dan sekarang, saya pun benar-benar sudah meraskan apa yang dulu mereka rasakan. Inilah realita yang terjadi (yang perlu digaris bawahi di sini adalah tidak semua sekolah/kampus/guru/murid/mahasiswa seperti yang saya tulis di sini)
BAB I TOLERANSI
- Pagi-pagi udah main sportjantung aja, masuk jam 7.00, berangkat jam 6.45 (perjalanan 20-25 menit, tergantung kecepatan dan kondisi jalan) dan endingnya ....... t e r l a m b a t
- Kadang harus pake surat ijin masuk (tergantung guru pengampu mapel jam pertama) tapi keseringannya ngluyur pergi, cincing rok, dan lari sepanjang koridor #curhat
- (Tok .. tok .. tok ..) "Permisi, Pak/Bu, maaf terlambat" // "Oh, mari-mari silakan masuk".
- Ke ruang piket, ambil surat ijin pulang karna alasan klasik. What's next? LOLOS. Jangankan pake surat ijin pulang, B to the O - L to the OS , aja bisa -_-
Bagaimana dengan bangku kuliah?
- Di kampus saya, masih ada toleransi keterlambatan 10 menit. Tetapi apakah daur kehidupan anda akan selalu menjadi predikat orang semacam itu? Yang tiap harinya selalu duduk di bangku depan dengan catatan?
- Oke, next point .. mau masuk atau bolos (atau yang udah jadi tradisi di bangku kuliah adalah titip absen) juga masih bisa. Jika mau mencoba, silakan .. Tetapi lihatlah apa yang akan terjadi selanjutnya? :)
BAB II KUCING vs TIKUS
- Tiap hari senin harus pakai sepatu hitam, upacara dengan atribut lengkap. Jika tidak, siap-siap menjadi anggota dalam buku catatan pelanggaran + poin (tergantung kesalahan).
- Tidak memakai sepatu dengan sewajarnya (atau mendzolimi sepatu) atau injak sepatu, dapet sweeping dari guru dan lagi-lagi masuk di dalam list buku catatan pelanggaran.
- Tempat paling asyik buat bolos (bukan maksud untuk dijadikan referensi, jangan ditiru) : kantin, UKS, perpustakaan. Tetapi tempat-tempat tersebut sudah terlanjur eksis di mata guru-guru (mungkin udah turun-temurun). Ketahuan bolos, yaaa .. coba bayangkan sendiri :)
- Rambut laki-laki panjang sampai pada kerah baju. Siap-siap kepergok guru *sensor* yang mana di kantong bajunya selalu membawa gunting. Bahkan pernah ada kejadian dimana mereka mendapatkan layanan jasa potong rambut secara gratis -_- (hampir botak)
Di bangku kuliah? Bebas tetapi beraturan (tiap kampus mempunyai peraturan dan kewenangan masing-masing). Mungkin yang diharuskan hanyalah memakai baju berkerah dan memakai sepatu.
BAB III AKTIVITAS DALAM KELAS/RUANG
- Rame-rame berjama'ah copypaste tugas temen.
- Mengumpulkan tugas saat guru yang bersangkutan meminta tugas tersebut dikumpulkan, tetapi lebih keseringan berharap gurunya lupa. Terkadang, meminta toleransi untuk mengumpulkan tugas pun juga bisa.
- Tugas presentasi, nunggu ditunjuk. Begitu ditunjuk, ribut mencari alasan yang bertele-tele.
- Jeda tugas dengan deadline, standar dan itupun soal-nya (rata-rata) masih yag minimlah, belum tentu yang se-rumit dan se-susah yang dibayangkan.
- "Sampai di sini ada yang mau ditanyakan anak-anak?" // (tidak ada tanggapan) // Maka tibalah saatnya dimana guru bertanya pada muridnya. Dan apa yang terjadi? (tidak ada tanggapan pula) Well, murid menjawab apabila ditunjuk. Menjawabnya pun juga bermacam-macam. Ada yang bertanya kepada teman sebangkunya, ada yang menjawab, "Saya tidak tahu, Pak/Bu". Tak khayal apabila guru juga mendapat jawaban murid berupa garuk-garuk, senyum tiga detik, bahkan mengajak debat guru tersebut.
- Beberapa guru mungkin iya capek, iya bingung, dll dalam hal mengkomunikasikan materi kepada murid hingga berujung pada saat guru tersebut bercerita tentang suatu hal yang menyimpang dari materi atau diisi dengan lawakan-lawakan beliau. Terkadang hal-hal tersebut ada yang menarik perhatian murid ada yang memilih untuk ikut bercerita tetapi dengan teman sebangkunya (tidak diberi peringatan) atau lebih memilih untuk tidur.
- Dituntut aktif untuk selalu bertanya dan menjawab pertanyaan dosen (karena ada poin tersendiri untuk menaikkan grade).
- Dosen tidak mau tahu dengan alasan apapun apabila berhalangan untuk tugas presentasi.
- Dosen tidak mau menerima tugas apabila telah melebihi dari yang telah ditetapkan (expired).
- (yang saya alami) Mendadak waktu kuliah berlangsung sangat cepat dibandingkan dengan sekolah.
- Membuat gaduh diberi peringatan. Jika masih saja membuat kegaduhan, diminta dengan hormat untuk keluar dari ruang.
BAB IV LAIN-LAIN
- Buku paket tidak diwajibkan, hanya sebatas dianjurkan. Harganya pun masih bisa dijangkau, masih umum-nya buku anak sekolah. Minim, harus punya LKS (Lembar Kerja Siswa) rata-rata 10-15ribu (itupun masih minta nawar)
- Jam pelajaran teratur dan terjadwal sebagaimana mestinya.
- Jam kosong bukannya mencari guru pengganti atau diisi dengan mata pelajaran yang lain, justru asyik rame, ngobrol, curhat, makan, dll.
- Segala bentuk pengumuman masih diberitahu oleh guru atau karyawan terkait yang selalu aktif keliling sekolah masuk ke ke kelas satu per satu.
- Lupa bayar SPP dan segala bentuk pembayaran administrasi sekolah, masih bisa ikut MIDTEST, Ujian Semseter, tetapi tidak untuk Ujian Nasional.
- Buku pegangan memang tidak diwajibkan. Jika ingin membeli, 1 buku saja sudah termasuk dalam tahap normal (untuk buku anak kuliah) tapi bagi saya pribadi, mahal (sekali). Padahal buku pegangan yang dianjurkan bermacam-macam. Itu baru 1 mata kuliah, padahal keseluruhannya ada berapa mata kuliah? Coba hitung :) Ya kalo bukunya dibaca, bisa mengerti dan memahami apa yang tertulis di buku. Jika tidak? Rugi, endingnya cuma buat ganti bantal -_- Tetapi resiko jika tidak memiliki buku pegangan walaupun hanya sekadar sebagai wacana belaka. Masih beruntung jika dosen menyediakan softcopy handout, yaa .. paling tidak fotocopy atau pinjam di perpustakaan (tetapi hanya rentang waktu mingguan)
- Jam kuliah tergantung dosen. Masuk pagi, siang, sore. Terkadang pagi-pagi ke kampus sampai-sampai rela lupa mandi hanya sebatas gosok gigi gara-gara kesiangan semalam suntuk mengerjakan tugas yang berjibun, dijalan nerabas lampu merah, setibanya di kampus, jadwal dibatalkan. Ouch.. How pity you are -_-
- Istirahat sangat terbatas, hanya 10 menit (sudah termasuk waktu untuk moving ke ruang selanjutnya)
- Harus aktif membaca papan pengumuman.
- Lupa bayar administrasi, resiko tidak diperkenankan mengikuti UTS (Ujian Tengah Semester). UTS saja tidak bisa, bagaimana Ujian Semester?
Yaaa .. sekiranya itulah polemik-polemik yang ada. Yang pasti, bagi yang sudah memasuki dunia perkuliahan setidaknya (seharusnya) sudah mempunyai target lulus kuliah.
Ingat : kuliah berbeda dengan sekolah, B E R B E D A.
Terimakasih, sukses untuk kita semua :)
Komentar
Posting Komentar