Tanya Kenapa ?

Seseorang berkata :

Kubiarkan kau bebas, cinta. Karena aku takut, sangat takut. Ketika kau kupenjara dalam niat tulus, dalam hatiku. Kau akan bosan, lalu meninggalkanku...seperti seseorang yang kucintai sebelum kau.

Setelah ku baca gagasan tersebut, hati ku enggan bergeming. Tak tahu apa yang terjadi dengan sepuluh jari di tangan ku ini, ku ayunkan saja jemari ku mengikuti irama hatiku dan ia pun berkata seperti ini :

bukan berarti ia kan terbebas sebebas-bebasnya seperti halnya dengan yang lain karna merpati (masih) berhak untuk mengirimkan sebuah pesan singkat :)

Setelah ku buka lagi, ternyata tanpa ku sadari sebelumnya ia berkata :

Itulah kenapa aku memilih menggunakan SMS daripada burung merpati pos putih milik ayahku. Agar perasaan ini cepat sampai padamu.

Dan mulut ku pun hanya bisa bungkam enggan menyuarakan aspirasinya. Entah.. apa ini maksudnya, aku pun tak mengerti.

***

Ada kalanya dimana seseorang (mungkin kita) merasa terkekang, terbebani, dan terjerat terhadap situasi yang mengharuskan kita untuk melakukan suatu hal yang sebenarnya tidak ingin kita lakukan. Terkadang kita pun merasa,
"Ahh ini semua nggak adil"

"Kenapa harus aku? Kenapa nggak yang lainnya?"

"Kenapa harus begini? Kenapa nggak begitu?"



atau yang semacamnya. Alhasil, kita pun menyalahkan dengan sebuah keadaan yang mana ia yang notabene tidak mengerti apa-apa, kita salahkan begitu saja. Seharusnya, kita inilah yang harus menyesuaikan keadaan dan bukan keadaan yang harus menyesuaikan kita.

Dari perasaan dan pemikiran yang seperti itulah yang membuat kita terbelenggu dan terlena akan sebuah KEBEBASAN bagaikan burung yang dapat beterbangan kemana pun ia mau.

Semua hal, apapun itu, pasti ada hubungan timbal balik, sebab akibat. Kelebihan kelemahan, baik buruk, positif negatif, atau manfaat mudharat nya. Tak selayang pandang, kebebasan adalah sebuah jawaban dari segala pertanyaan, impian, dan harapan kita dalam kondisi tersebut.

***

Mereka, orang tua, selalu tidak memperbolehkan kita untuk bertindak ini itu sesuka hati kita. Mungkin beberapa dari kita masih ada yang beranggapan "Ahh ini kuno, zaman udah beda". Yakinlah apa yang mereka berikan dan hadirkan untuk kita pasti ada sebabnya mengapa mereka melakukan hal yang semacam itu. Mereka pernah merasa muda seperti kita dan saya yakin mereka pun pernah mendapatkan sebuah momentum yang berharga dalam benaknya. Sesungguhnya, mereka melakukan seperti itu tidak lain dan tidak bukan adalah KASIH SAYANG. Mereka menyayangi kita lebih dari yang kita tahu. Mereka mencoba segala cara untuk menjaga dan melindungi kita (meski terkadang caranya kurang tepat BUKAN tidak benar).

Tetapi, karna ketidaktepatan inilah yang dapat membuat kita ingin memberontak. Karena berbagai macam perbedaan dalam pola pikir antara kita (anak) dengan orang tua, membuat kita sendiri yang merasa (katakanlah) konflik batin. Kurang pergaulan, kurang pengalaman, bahkan refreshing sehingga kita merasa bosan akan sebuah kehidupan monoton yang kita jalani sehari-hari.

***

Tidak asing bila anak muda dilekatkan dengan sebuah jalinan kisah cinta masa muda.

Saya pernah bahkan sering menemukan sebuah kisah cinta di mana salah satu dari mereka mendominasi dalam hubungannya (baca: overprotective). Entah itu dari sisi si wanita ataupun sisi si pria. Mereka melakukannya karna mereka tidak ingin kehilangan kekasihnya. Rasanya ingin 24 jam setia menemani dan selalu ada di sampingnya.

"Yaaa.. kalo si dia merasa enjoy-enjoy aja dan fine-fine aja sih nggak masalah, tapi kalau justru kebalikannya gimana cobaaak? Hayoooo.... Pernahkah terbesit dalam benak anda-anda hei para pria dan para wanita untuk memposisikan diri anda sebagai si dia anda?"

***

Jadi, kesimpulannya adalah segala sesuatu yang terjadi pada kita, kita sebaiknnya menimang-nimang segala kemungkinan yang ada. Mencoba melihat sisi yang berbeda dan berlawanan tentang apa yang ada. Cobalah renungkan sejenak dan tumbuhkan energi-energi positif yang ada pada diri kita. Toh nantinya, segala apa yang kita lakukan itu dari kita dan pasti akan berbalik ke kita.

Kuncinya pada sebuah keterbukaan, kejujuran, dan kepercayaan. Komunikasikan segera apa yang membuat anda suka dan tidak suka. Ingat, masalah kita tidak akan berhenti sampai di sini karna masalah lain telah datang dan telah menanti untuk kita hadapi dan selesaikan dengan cara kita sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

J O D O H

Who Knows

My Besties