The Best Friendship - Take And Give
Memasuki atau mengakhiri tahun ke-3 ? ya , yang seharusnya menjadi sebuah pernyataan kini menjadi sebuah pertanyaan dalam benak saya. tak lama lagi , saya akan melepas status pelajar saya yang saya miliki hingga 12 tahun ini . banyak hal yang saya dapatkan selama 12 tahun ini , khususnya 3-4 tahun terakhir . check this out ..
juniorhighschool
tentunya , saya mencoba untuk dekat dengan semua teman-teman saya yang berada di sekolah . baik yang satu kelas maupun beda kelas - tapi paling tidak , saya mengutamakan untuk yang satu kelas dengan saya - menurut saya , mungkin saya masih terlalu dini untuk memahami polemik-polemik dunia . jujur , tak banyak wejangan yang saya dapatkan semasa saya berada di bangku SMP saat itu . hanya saja , justru saya yang terkadang harus mengeluarkan wejangan kepada teman-teman saya . bagaimanapun jua , saya tetap (dan harus) mengucapkan terima kasih kepada teman-teman semua yang mana telah bersedia menerima saya aa adanya dan rela mengisi untaian-untaian dalam cerita kehidupan saya .
seniorhighschool
hal yang sama masih saya lanjutkan ketika saya berada di bangku SMA . ya , mencoba untuk dekat dengan semua teman tanpa membedakan satu sama lain . saya pun merasakan ada sebuah perbuahan paradigma pada saat itu . di samping itu , saya juga sudah mulai mengerti tentang berbagai polemik dunia . tak hanya sekadar mengerti , saya pun juga mencoba bagaimana cara mengatasi polemik-polemik tersebut . bagi pemula seperti saya yang masih amatiran dalam menyikapi kehidupan , tentunya mendewasakan diri dirasa belum terlambat untuk seusia saya yang masih berkisar antara 15-16 tahun pada saat itu .
bukan kali kedua bahkan ketiga , saya dihadapkan pada sebuah situasi yang menyudutkan saya . mungkin memang benar , di awal peristiwa saya merasa sangat shock , down , dan sejenisnya . saya rasa , kalian pun juga pernah merasakan situasi seperti halnya yang saya alami . jika dikaji lebih mendalam , sesungguhnya itu semacam luapan emosi sesaat yang akan meredam jika kamu berada dalam posisi kesendirian dimana hanya ada kamu , kamu , dan kamu saat itu .
Banyak sekali peajaran hidup yang saya terima berada di bangku sekolah . asam manis pahit asinnya cinta , sahabat , dan keadaan-keadaan di sekitar saya saat itu . tidak lain dan tidak bukan karena mereka-lah yang membuat huru hara , suka dan duka cita pada lembaran-lembaran cerita kehidupan saya . namun , saya begitu sangat menyadari bahwasannya saya belum bisa memberikan apa yang telah mereka berikan kepada saya . saya belum bisa memberikan yang terbaik sebagaimana mereka selalu memberikan yang terbaik kepada saya .
tentunya , saya mencoba untuk dekat dengan semua teman-teman saya yang berada di sekolah . baik yang satu kelas maupun beda kelas - tapi paling tidak , saya mengutamakan untuk yang satu kelas dengan saya - menurut saya , mungkin saya masih terlalu dini untuk memahami polemik-polemik dunia . jujur , tak banyak wejangan yang saya dapatkan semasa saya berada di bangku SMP saat itu . hanya saja , justru saya yang terkadang harus mengeluarkan wejangan kepada teman-teman saya . bagaimanapun jua , saya tetap (dan harus) mengucapkan terima kasih kepada teman-teman semua yang mana telah bersedia menerima saya aa adanya dan rela mengisi untaian-untaian dalam cerita kehidupan saya .
hal yang sama masih saya lanjutkan ketika saya berada di bangku SMA . ya , mencoba untuk dekat dengan semua teman tanpa membedakan satu sama lain . saya pun merasakan ada sebuah perbuahan paradigma pada saat itu . di samping itu , saya juga sudah mulai mengerti tentang berbagai polemik dunia . tak hanya sekadar mengerti , saya pun juga mencoba bagaimana cara mengatasi polemik-polemik tersebut . bagi pemula seperti saya yang masih amatiran dalam menyikapi kehidupan , tentunya mendewasakan diri dirasa belum terlambat untuk seusia saya yang masih berkisar antara 15-16 tahun pada saat itu .
bukan kali kedua bahkan ketiga , saya dihadapkan pada sebuah situasi yang menyudutkan saya . mungkin memang benar , di awal peristiwa saya merasa sangat shock , down , dan sejenisnya . saya rasa , kalian pun juga pernah merasakan situasi seperti halnya yang saya alami . jika dikaji lebih mendalam , sesungguhnya itu semacam luapan emosi sesaat yang akan meredam jika kamu berada dalam posisi kesendirian dimana hanya ada kamu , kamu , dan kamu saat itu .
Banyak sekali peajaran hidup yang saya terima berada di bangku sekolah . asam manis pahit asinnya cinta , sahabat , dan keadaan-keadaan di sekitar saya saat itu . tidak lain dan tidak bukan karena mereka-lah yang membuat huru hara , suka dan duka cita pada lembaran-lembaran cerita kehidupan saya . namun , saya begitu sangat menyadari bahwasannya saya belum bisa memberikan apa yang telah mereka berikan kepada saya . saya belum bisa memberikan yang terbaik sebagaimana mereka selalu memberikan yang terbaik kepada saya .
Jika kau tak bisa membalas kebaikan seseorang , alihkan kepada orang lain (Louise Brown)
Komentar
Posting Komentar