Ketika jodoh hampir di depan mata Mungkin hanya kau yang merasakannya Tetapi aku sebaliknya Ketika jodoh hampir di depan mata Lalu menghilang begitu saja Saat aku mulai menyadarinya Ketika jodoh hampir di depan mata Telah ku persiapkan segalanya Namun kau tau datang jua Sanggupkah jiwa ini terus melangkah Mengingat diri ini hanyalah apa Terbesit tanya dalam doa 25 Oktober 2016 Suci, Yogyakarta
HUJAN . Terlihat sempurna dikala kali pertama merasakan indahnya jatuh cinta. Mungkin aku , Si Kecil, tak merasakan begitu derasnya sore itu. Pakaian yang ku kenakan masih sama bahkan belum berubah warna. Tapi tidak demikian untuk seseorang yang berada di sampingnya. Jaket yang selalu membalutnya berpindah kepada Si Kecil-nya. Beberapa kali terdengar keluhan Si Kecil "Hey, aku tak dapat melihat dengan jelas." bahkan " Aku hampir tak bisa bernapas" . Bagaimana tidak, jaket hitam menelan habis diri nya dan hanya terlihat ujung sepatu nya . Tapi apa yang terjadi? Lelaki yang jalannya sedikit membungkuk tersebut justru mempercepat laju kakinya dan tak menghiraukan apa yang ia ucapkan dan apa yang ia keluhkan. Seolah-olah ada yang membisikkan pada diri nya , "Tenanglah... Sebentar lagi kita akan sampai. Bersabarlah, Kecil" . Ia pun mencoba sedikit tenang dan kembali mengikuti langkah kaki lelaki tersebut. *Catatanku : Hujan, kau berikan arti sebuah perli...
Komentar
Posting Komentar